Namun aku tak tahu apa arti semuanya itu. Bokep Crot “Mau apa ke kamar?”, tanyaku tak mengerti. Saat itu pandangan mataku jadi nanar dan berkunang-kunang. Aku memang mudah sekali disogok. Dia masih melingkarkan tangannya ke leherku. Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aku tak terus menangis. Dan hanya kami berempat saja yg merayakannya.Perlu diketahui kalo Lidya adalah anak tunggal di dalam keluarga ini. Bahkan aku tetap tak peduli meskipun Lidya menggeser duduknya hingga hampir merapat dgnku. Begitu rapat sekali badannya ke badanku, sehingga aku bisa merasakan kehangatan dan kehalusan kulitnya. Lidya memang pantas kecewa, karena alat kejantananku mendadak saja layu. Apalagi sampai jatuh cinta. Namun Lidya malah membalasnya dgn sinar mata yg saat itu sangat sulit ku artikan.“Kenapa kau menciumku..?” tanyaku polos.












