Aku duduk di sampingnya mas ini aja.”Whatever. Vidio Porno Tangan itu mulai menyusuri bukit indah yang tertutup kain, mulai dari tepi. Ternyata dia mendengar. Kaki ibu itu. Tidurku pasti nyenyak malam ini. Aku bergegas naik. Benar-benar sebuah hidup yang sempurna. Eee, kurang ajar. Aku sangat menghayati momen itu. Rongga itu seperti tidak berujung. Bulu-bulu halus di sekitarnya. Tapi kepepet sih, harus cari upa (“cari nasi”) di Jakarta.Tak lama kemudian bis itu datang juga. Biar bisa tidur lelap. Aku terus menggerakkan jariku. Dia menyerah.Kembali jari tengahku mencari tempat tadi. Dadanya naik turun, terengah-engah seperti habis lari kencang. Tentu saja dengan mata terpejam. Kepalaku berputar-putar karena aliran darah yang sangat cepat ke otakku.




















