Aku masuk ke dalam rumah, ke kamarku. Bokeb “Ayolah, jangan malu-malu!”
Sebenarnya dalam hati aku menolak. Pilih lima gaya di antaranya. Semua pelamar yang sudah dites keluar lewat pintu lain. “Coba kamu lihat-lihat contoh-contoh foto ini. Ah ini sih seperti gaya foto model di majalah-majalah! Di halamannya terpampang papan nama “**** (edited) Agency Photo Studio & Modelling. Kucari tempat duduk yang kosong setelah sebelumnya mendaftarkan diriku di meja pendaftaran.Gila, hampir semua tempat duduk terisi. Segera kukenakan pakaianku kembali dan bergegas ke luar ruangan. Sekarang coba buka baju kamu semuanya.”
Wah! Ia semakin melotot melihat bagian kemaluanku yang ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang masih tipis.




















