Pikiranku mendadak kosong, ketika punggungku menyentuh
dadanya. Vidio Porno Dia menunjuk tepi tempat tidur, di antara pahanya yang terkangkang. Saya belum pernah Kak Tina ijinkan membacanya”. Mataku kupejamkan, berpura-pura seperti orang tidur. “Mimpi apa kamu, Sapto?”. Kuambil Nick Carter. Duduk di sini saja”. Terkadang kupikir Kak
Tina tahu, tapi dia membiarkan saja. Ini bacaan orang besar”. Jantungku berdebar-debar. “Bangun! Bau yang membuat kejantananku langsung bertambah
kencang. Aku terdiam terpaku. Pahanya, yang walaupun sedikit gelap namun mulus itu
terpampang jelas di mataku. Sudah bisa dapat anak”. Aku melihat judul novel yang dibacanya. Tapi aku cukup puas. Aku menikmati saja. Aku memegang celana
pendekku di daerah depan. Membaca halaman
itu. Tanpa apa-apa. Jadi siapa? Apalagi kalau
novel-novel erotiknya.,,,,,,,,,,,,,,,,,,, “Mimpi basah?”.




















