“Adietya!” kataku pendek. Bokep SMA Khayalanku buyar bersama teguran dari Dina mengingatkan kalau aku masih menggenggam tangan Ananda. Seminggu setelah pertemuanku dengan Ananda di cafetaria. “Diet, kalaupun banyak cowok yang mengejar-ngejar aku, aku punya hak juga khan buat menolak?” tanyanya lagi. Dengan mantap, kembali aku menyampaikan pesan khusus. “Sudah malam nih, ntar Papa dan Mama kamu gelisah menunggumu” terangku lagi. Eh”jawabku gugup. Ananda datang bersama kedua orang tuanya untuk menikmati makam malam di salah satu cafe yang cukup terkenal di kota itu. Cerita Sex – Terharu aku mendengar semua penjelasan dari Ananda yang ternyata selama ini dia bersimpati terhadap diriku. “Ananda!” dengan senyum manis dia menerima uluran tanganku. Setelah aku menyanyikan beberapa lagu dan mendapat sambutan yang cukup meriah dari pengunjung malam itu.




















