Ia mendekatkan wajahnya ke arahku..“Mirza, aku tahu aku lebih tua darimu. Ah, aku merasa Mbak Marissa seperti sengaja ingin membuatku cemburu.Suatu sore, aku tengah membantu ibuku mengangkat jemuran di bagian belakang rumah ketika pintu di tembok belakang rumah diketuk-ketuk. Bokep SMA Bibirnya merekah, pipinya merona dan pandangan
matanya benar-benar membuat dadaku berdebar-debar.“Perkenalkan, nama saya Fredi dan ini istri saya, Marissa. Meluncur saja kalimat itu dari mulutku.“Kalau saya kepingin, bagaimana?” tanyaku.Kutatap matanya penuh-penuh. Sebentar lagi pasti hujan. Pukul 9 lebih sedikit. Tiba-tiba aku mendengar suara dari belakang rumah. Bawa aku ke kamarmu segera!” desah Mbak Marissa.Aku tak segera bergerak.




















