Otot perutku mengejang dan tubuhku meliuk melepaskan orgasmeku. Parjo lalu menundukkan wajahnya dan merangkak di atasku dengan posisi terbalik. Bokeb Tubuhku mulai bergetar saat batang kontolnya menggesek-gesek seluruh dinding vaginaku.Sambil berpegangan pada kedua payudaraku, Parjo terus mendorong dan menarik pantatnya. Suasana kantor sudah mulai sepi karena karyawan sudah mulai meninggalkan tempatnya masing-masing. Aku merasa seperti melayang menerima rangsangan ganda seperti ini. Ayunan pantatnya semakin kencang menghantam vaginaku. Ibu jarinya melakukan gerakan melingkar di atas payudaraku hingga membuatku menggelinjang kegelian. Terus terang ukurannya jauh lebih besar dibandingkan dengan milik suamiku. Tanpa sadar tanganku bergerak meremas-remas rambut kepalanya. Kedua tanganku memeluk erat lehernya untuk menuntaskan sisa-sisa kepuasan yang benar-benar melelahkan.




















