Tak ada pilihan, Lita bisa keluar setiap saat sementara aku masih harus merapikan pakaian yang agak awut awutan, terpaksa kutelan spermanya. Film Porno “aku tunggu di loby aja deh” potongku, nggak enak rasanya dalam suasana seperti ini, tapi Lita mencegahnya. Diantara keremangan lampu Pub, tubuh kami menempel erat, agak ragu kusandarkan kepalaku di dadanya, entah istrinya melihat atau tidak. “em, kalau nggak ngganggu sih, lagian nggak enak bengong sendirian disini” kataku”ya udah, naik aja” katanya sambil mengakhiri pembicaraan, akupun segera beranjak menuju kamar yang disebutkan. Sepanjang jalan aku menggerutu mengumpat Dodi yang keras kepala, padahal kalau dipikir tentu tak ada yang salah, toh lusa aku bisa menghubungi dia lagi dan dengan bujuk rayu seperti biasa hampir dipastikan aku dapat menggiring dia ke tempat tidur.




















