“Sudah lama mas?” tanyanya.Belum sempat menjawab…Kudengar suara derap kuda dokar mendekat. Bokep Ojol Kebetulan hanya 3 orang termasuk aku yang harus dijaga.“Coli itu begini loh…” kataku memperagakan dengan telunjuk jari kiri yang kuselubungi tangan kanan lalu kumajumundurkan.“Begini mas?” lalu dia meletakkan tombak dan menirukan.Memang ****** si Sentot ini.“Bukan begitu, cah pinter… tapi yang dikocok kontolmu”“Mana bisa mas, kan lemes begitu…..?”“Sini dekat sini….”Sentot mendekat ke kerangkeng yang mengurungku. Sejuk lebih tepatnya.“Dua ribu mas parkirnya sekalian…” ujar tukang parkir.Kuulurkan uang dua ribuan.Tempat pemandian itu sangat sederhana, hanya tembok segi empat dengan lubang berbentuk kotak sebagai pintu yang ditutup tirai seadanya. Sore sudah berlalu dan keadaan cukup gelap di tempat itu. Mereka melihat ke aku lalu kembali asyik dengan obrolan mereka dengan cueknya.Aku melihat ruang sebelah lagi.




















