“Jangan!” mas Danu melarang saat aku ingin mengulumnya. “Ayo, Sit. Bokep Tobrut Aku mulai terisak.“Oh, sudahlah.” bibir Mas Danu kembali bergerak, menghiburku. Terlihatlah kini tubuh montok Sita yang hanya terbalut celana dalam putih berenda kembang-kembang pink. “Kenapa?” dia bertanya tanpa menoleh, tampak sibuk membenahi pakaiannya yang sedikit acak-acakan.Sementara burungnya yang terkulai lemas, menggantung menyedihkan di luar celananya. “Itu kan tadi, kalo sekarang…” Indri melirik ke arahku. Oke, In?” tanya Sita sebelum menutup teleponnya. “Tidak.”Ah, aku bernafas lega.“Mas selingkuh?” aku bertanya lagi.Dia mendelik. Sebelum naik, ia melepaskan handuk yang melilit bagian bawah tubuh sintalnya. Ia segera mengambil posisi nungging di sampingku yang terbaring telentang. Pintunya tidak kukunci kok.”Duaar!!! Memekku terasa gatal sekali.Bang Irul pun menuruti kata-kata istrinya. Rahasia yang katanya disimpannya cukup lama.




















