Dia ternyata membawaku ke halaman belakang. Bokep Montok Kini aku telentang dalam keadaan terikat dan telanjang seperti huruf X.Nyonya Hana lalu meraih kotak tempat dia menyimpan alat-alat penyiksaan dan mengambil dua buah jepitan buaya yang bergigi tajam dan terkenal kuat cengkeramannya. Di situ terdapat sebuah kandang anjing yang kosong. Nyonya Hana lalu mendekatiku. Mataku sudah berkunang-kunang. Dia melumat bibirku dan meremas kemaluanku. Untuk mencapai tempat itu, aku harus berjalan melalui pinggir jalan raya dalam keadaan telanjang dan sambil memakan tulangan ayam. Tapi anehnya, aku menikmatinya. Nah, sekarang tidurlah seperti seekor anjing..!”Nyonya Hana kemudian meninggalkanku sendirian di kandang anjing. Sedangkan aku, jatah makanku saja terlambat dan aku pun selalu disiksa secara sadis oleh majikanku.




















