Tadi kan yang sms dia. Hahahahahaaa.” Farel tertawa terbahak-bahak.Aku gak memperdulikan ucapan Farel soal pakaianku, yang ku fikir hanya bagaimana bisa dekat dengan Budi. Bokeb Aku pegang kontolnya dan dengan perlahan mengarahkan ke memekku dengam posisi aku mengangkang lebar diatas meja dapur. Tapi lama kelamaan aku makin terbiasa dengan kehadiran mereka. Gumamku dalam hati. Tapi lama kelamaan aku makin terbiasa dengan kehadiran mereka. “Cieeee penasaran, pasti ada maunya.” Goda Farel. Rumahku sangat bebas untuk didatangi siapapun beberapa hari ini. “Gak papa Bud, kan nanti bisa lagi.” Kataku. Lama-lama tubuhnya melemah dan aku melepaskan pelukanku. Katanya dah ada dirumah ini.” Jawaban Farel membuat aku kaget dan senang. Itu si Budi. Dia dengan polosnya bilang, kalau belum pernah ML.




















