Pak Wid merasa benar-benar beruntung bisa menikmati keindahan bahkan kehangatan tubuh sintal nan sempurna tersebut.“Pak, ini kan masih siang?”, ucap Lia sedikit mendesah sambil berjalan mendekati laki-laki tersebut.“Seminggu tidak bertemu denganmu, sungguh benar-bener terasa menyiksa!”.“Tapi kan nyuruh saya pergi diklat juga Bapak?”, dengan manja Lia memeluk tubuh atasannya itu dan mengecup bibirnya.“Iya, itu kan demi kariermu juga makanya hari ini Bapak ingin sekali melepaskan rindu”.“Tapi nanti malam kan bisa? Beginilah mungkin yang sering orang-orang sebut ketika nafsu sudah menjadi raja, maka logika tak akan lagi punya kuasa.Wangi parfum yang tercium dari sekujur tubuh Lia membuat nafsu Pak Wid kian menggelora, sehingga ciuman tidak lagi bisa membasuh panasnya gelora tersebut. Bokep Family Dengan perlahan ia melepaskan pelukan Pak Wid dan beranjak menuju jendela kantornya.










