Dia duduk di kursi dan berpesan padaku, “Aku pengen liat dia disiksa, lu bisa pakai apa aja yang ada di sini”, katanya sambil menunjuk ke arah lemari.Minoru sudah tahu apa yang akan kami perbuat. Spermaku berceceran di tangan dan bibirnya. Bokep Live “Hisap!!!”, perintahku minta Minoru menyepongkan kontolku. Selangkannyapun ku sorot, Minoru malu-malu dan menutupi dengan tangannya.“Woi, lu mau aku potong tangan lu itu?!!”, ancam Zenit agar Minoru membuka tangannya sehingga tubuh indahnya bisa kusorot dengan jelas.Minoru akhirnya menuruti kemauan Zenit, dia masih dipaksa untuk terus menari, sambil menangis iapun terus-terusan dicambuk hingga lagu AKB48 diputar beberapa kali.Aku merasakan gejolak nafsuku, kontolku sudah mengeras memandangi tubuh Minoru yang menari dengan telanjang.Ku letakkan handycam kembali ke meja dan ku arahkan ke arah Minoru.




















