“Mungkin aku berani kayak gitu karena nganggep kamu sebagai teman di internet doang.. Bokep “Lemesin aja…”“…biar gampang masuknya?” sambungku. Tapi hatiku tidak punya perasaan yang sama. “Kalau dikasih ya aku gak nolak hahaha…”
Belum sempat aku mengejek dia, cowok di depanku ini berkata lagi, “aku cuma mau ketemu kamu. Dia sebentar lagi keluar. Tangan kirinya melepaskan sabuk hingga jatuh ke karpet hotel, lalu meremas rambut dan kepalaku.“Aku isep aja ya?” tanyaku. Dia pun tidak mengirimkan pesan apa-apa lagi hingga shift kerjaku berakhir jam 6 sore….“Belum pulang, bu dokter?” seniorku menegur aku yang sedang melamun memandang ke luar jendela, ke arah cafe tempat dia berada.“Eh, iya sebentar lagi Dok,” jawabku sambil memasukkan perlengkapan makeup ke dalam tas.“Tumben kamu dandan cantik banget sore ini?




















