“Ahh..”
“Sshh.. Bokep Mama Waktu masih belum pukul 9 malam, dan kami masih berjalan-jalan sebentar keliling kota untuk mencari tempat makan yang enak, setelah itu sayapun mengantar Nina pulang ke rumahnya. Benar-benar perasaan yang tidak mudah untuk dilukiskan.“Nina, terima kasih ya, aku senang bisa melakukannya dengan kamu”, kataku sambil tersenyum dan mencium pipinya. Kupingnya saya raba dengan lembut dan tangan saya mulai menyentuh pipi dan bibirnya. senyumnya itu benar-benar deh sangat indah.Sisa waktu berikutnya kami habiskan dengan menonton film dan tetap sambil mengelus-elus dan sesekali saling berciuman. Ternyata yang nonton film itu hanya beberapa orang saja dan mereka terpencar dalam gedung bioskop itu.




















