Mereka berdua sarapan dengan diam karena larut dengan pikiranya masing2.Dirgo masih takjub dengan penampilan ibunya pagi ini,ia seperti melihat gadis umur 20tahun dan bukan ibunya yang sudah 35 tahun. Bokeb Dirgo memandang takjub pada tubuh ibunya yang telungkup di lantai dapur,suara desis air mendidih menyadarkanya,segera dimatikanya kompor,ibunya sudah berbalik terlentang,matanya sayu dengan tatap mata seribu arti,dirgo menunduk dan melumat bibir ibunya yang disambut dengan lumatan lemah bibir kenyal itu.Dirgo membopong tubuh ibunya ke kamar dan membaringkanya di ranjang,lemah dan pasrah,bajunya awut awutan,kakinya terbuka lebar,dirgo bergerak menindih ibunya. “ibuk cantik banget”jawab dirgo spontan.Atikah merasa melambung bangga,ia tahu anaknya memperhatikan susunya yang tak berkutang,tatapan dirgo seakan menyusuri setiap inchi demi inchi tubuhnya,atikah tahu,putingnya mengeras,dan sekarang tonjolan puting itu begitu kentara membayang dibalik kain dasternya.Atikah berlama lama




















