“Ini..,” kutunjuk pangkal pahaku.“Besok saja Sayang..!” ujarnya.Ia hanya mengelus tanpa tenaga. Aku tiduran sambil baca majalah yang tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. Bokep Hot Suara yang kukenal, itu kan suara yang meminta aku menutup kaca angkot. Eh bisa juga wanita setengah baya ini ramah kepadaku.Lalu ia membersihkan pahaku sebelah kiri, ke pangkal paha. Aku memegang teteknya. Di mana? Aku masih penasaran, ia seperti tanpa ekspresi. Hari itu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belum ada yang datang, baru aku saja.Aku menanti dengan debaran jantung yang membuncah-buncah. Auhh aku mau keluar ah.., Yang tolloong..!” dia mendesah keras.Lalu ia bangkit dan pergi secepatnya.“Yang.., cepat-cepat berkemas.



















