Perbendaharaanku yang satu ini cukup lumayan banyak, sisa perjalanan rasanya seperti hanya kami yang ada dikereta.Vini bahkan tidak lagi malu untuk memukul pundak atau mencubit kecil lenganku manakala ada joke yang sangat nakal. Iapun kejang sesaat kurasakan denyutdenyut di kewanitaannya dan..tubuh Vinipun lungai.Maaf Ren aku duluan..ngga tahan, habis udah lama ngga.. Bokep Rusia lidahnya berpindah keputing dadaku, berputarputar jalang, mengecup, menghisap dan sesekali menggigitgigit kecil.Terus Vin..teruss..ahh.. Merdeka kami lanjutkan menghabiskan malam disalah satu kafe di daerah Gatsu, Vini memilih seat di bar yang agak memojok dengan cahaya lampu yang minim.Aku memesan tequila orange double dengan ekstra es sementara Vini memilih illusion, hentakan musik yg keras membuat kami harus berbicara dengan merapatkan telinga dengan lawan bicara, saat itulah, aku mencium aroma parfum malamnya, ditambah dengan nafas




















