Joe termangu melihat kehadiran gadis tersebut sambil cengar-cengir dan pandangan yang penuh selidik nan genit dari ujung rambut sampai ujung kaki.“Hei, manusia asing! “Bila senjata itu memang berjodoh denganmu maka tidak akan sulit untuk mencabutnya namun kau harus memikirkan sendiri caranya”
“Hmm, murid akan berusaha melaksanakan dan menjalani semua amanat Guru, namun satu hal lagi yang akan kutanyakan pada Guru?”
“Apa itu muridku”
“Siapakah Guru ini sebenarnya?”
“He.. Bokeb Kau kunyatakan lulus syarat itu dan aku bersedia mengantarkan kau ke Istana Laut Selatan, kenakan pakaianmu dan telan ini!” seru Wulandari dengan rasa sesal di dalam hati, ia melemparkan sebutir obat sebesar ukuran kotoran kambing pada Joe.




















