aku hanya melongo melihat kenekatannya. “hhhhHHhhh…..hHHHHHhhhhhHH…..” napasnya mulai memburu…. Bokeb mataku berkunang saat ana selesai berpakaian dengan cepat lalu gelap… dan aku terbangun saat jam menunjukkan pukul empat pagi saat mengaca selembar kertas tertempel disana ana meninggalkan pesan,
“nova sayang,
kamu baik sama ana, besok ngobrol lagi” ttd. baunya wangi seperti arak cina campur wijen… “akh….ahhhkkkhh…. Dalam hati aku bertanya, koq tumben ngobrolnya lancar gini. Sorry buat yang merasa jadi pramugari baek-baek. “mas sorry aku yang nelpon, abis ruang operator baru sepi nih…” “Eh, aku dong yang sorry….terlambat tiga menit nelpon kamu…” “ya mas aku tahu, kan diruang operator, emang baru ngobrol penting ya tadi sama pramugari di kamar 204?” “Ah enggak, mereka cuman mau nanya mau makan dimana koq…” “oooo” “Eh mbak ana pulang jam




















