Aku hanya diam.“Kamu harus tahu, ayo ikut saya ke belakang” ajak pak Jun menarik tanganku dan membawaku ke belakang.Kami kemudian sampai di depan pintu suatu ruangan. Bokep SMA Baru kai ini aku merasakan masakan seperti ini.“Kamu sepertinya menikmati makananmu…. Aku selalu merasa takut dan ngeri setiap kembali ke ruangan yang penuh darah dan daging manusia yang terpotong-potong ini. Namun aku harus keluar dari sini bagaimanapun caranya. Darahnya yang begitu banyak ditampung pada sebuah baskom. Panaaaaaaaaaaaaassssssssssssss!” aku melolong kencang. Mereka semua tampak tertawa melihatku. Aku benar-benar akan dibunuh dan akan dijadikan makanan mereka. Tapi kuterima juga pisau itu… sesaat aku kepikiran untuk menggunakan pisau itu untuk balik menyerang pak Jun, dengan begitu aku bisa pergi dari rumah ini.




















