Yg penting duit masuk terus, jauh lebih besar daripada gajiku saat masih bekerja di pabrik konveksi. Sekarang suaraku berubah penuh wibawa:
“sekarang, untuk menghilangkan ilmu hitam itu, kamu harus nglakoni persis sama dgn mimpimu itu” kataku:
“buka bajumu, Cah Sara”. Bokeb Dia mengangguk, mengulang lagi kata-katanya yg bego tadi:
“inggih Kakek, kulo nderek kemawon..”. Aku harus akui kalau badanku cukup atletis (wajahku juga tidak jelek-jelek amat lho, terutama kalau janggut professionalku ini dicukur). Aku mengangguk-angguk: “anak baik. Yg penting duit masuk terus, jauh lebih besar daripada gajiku saat masih bekerja di pabrik konveksi. Akhirnya aku berhenti di putingnya, kupermainkan sedikit dgn lidahku dan akhirnya kukulum dgn lembut. Mereka kaya-kaya lho. Kupicratkan air kembang ke buah dadanya, dan dgn lagak sok yakin kupegang kedua bukit indah itu.




















