Bisnis itu memang tanpa belas kasihan dan tanpa toleransi. Lalu saya menegaskan kepada Umi,“Maaf ya Mbak, yang punya kosan itu saya”, jawabku dengan sedikit senyuman. Bokep Jepang Umi melakukannya berulang dan berulang, hal itu membuatku merasakan nikmat yang luar biasa. Setelah memperkenalkan diri ternyata dia hendak menyewa salah satu kamar kos saya yang kebetulan saat itu memang ada yang kosong.Kemudian saya pun mengajak Umi ke dalam dan melihat salah satu kamar yang memang baru saja habis sewanya dan tidak diperpanjang. Saat itu Umi terlihat kaget sekali mendengar penawaranku.Saat itu dia terdiam sejenak dan menatapku penuh dengan tanda tanya serius atau tidak tawaran saya tersebut. Di usiaku yang yang masih tergolong muda saya sudah memiliki kos-kosanan 8 kamar, dan bisa dibilang kos-kosan ini kos-kosan elit.




















