Hanya sesaat kudengar mbak Lita mengajakku ikut ke Jakarta saat pulang nanti malam, aku hanya menjawab “he eh, ya deh, terserah aja” jawabku pasrah lebih dikarenakan Pak Jacky. Bokep China Tubuhku segera mengikutinya masuk dalam selimut, dibawah selimut kami saling berpelukan dan berciuman penuh gairah. Kusapukan mataku ke pelosok lobby, namun tak kulihat juga tampangnya, hingga kurasakan colekan di pundakku dari belakang. Sedangkan mbak Lita, aku tak pernah lagi mendengar sepak terjangnya ataupun melihatnya di media masa. Alunan musik berubah menghentak ketika mbak Lita meminta suaminya kembali, tentu saja aku harus menyerahkannya, duduk sendirian tentulah akan mengundang mata mata jalang yang banyak beredar di tempat seperti ini.




















