Apaan ya?? Bokep Barat Bedanya, mereka bukan lagi mengagumi ketampananku, melainkan sedang menertawakanku.“Aduh, telingaku sakit, Nit.” protesku sambil berusaha melepaskan tangannya yang masih saja menjewerku.“Biarin, biar sekalian telinganya copot!” sahut Nita tanpa mempedulikan rintihan dan ringisanku.Emmmm…. Tadi disuruh Bunda pulang untuk ngaterin koper kekantor papa. Mendingan aku selonjoran di sofa deh, sambil tiduran nungguin dia selesai mandi.” Kataku dalam hati. Kepo.” ejekku padanya.“Hmmmm…. Hasss… Tauk, ah gelap di pikir entar aja deh. Aku menyebutnya begitu karena dia memang cantik namun juga menyeramkan seperti hantu. Mungkin mereka sedang mengagumiku dengan hati bertakbir karena Sang Khalik telah menciptakan pemuda sesempurna diriku.“Bram…! PART I“Anak jalanan kumbang metropolitan
Selalu ramai dalam kesepian
Anak jalanan korban kemunafikan
Selalu kesepian di keramaian.




















