Tapi akhirnya, dengan memejamkan mata, kugerakkan pinggulku, maju dan mundur. Kikuk, kuraih tangan kanannya dengan jemariku. Bokep Thailand Sudah sering kudengar tentang hal ini dari canda teman-temanku. Kulepas jasku dan meletakkannya di atas buffet, lalu aku berjalan menuju bar kecil di ruang dapur. Let’s fuck.”
“Aku tak suka istilahmu.”
“Terserah. Ia menuntun tanganku hingga melingkar di pinggangnya, lalu kedua lengannya sendiri memeluk leherku. Kudorong pinggangnya sedikit menjauh. Sudah sering kudengar tentang hal ini dari canda teman-temanku. Atau aku pakai baju lagi.” Mengerang, kutarik tubuhku. Kudekatkan kepalaku. Ia tersenyum menatapku, lalu jemarinya bergerak menuju kancing-kancing bajunya. Rasa lemon bercampur aroma wewangiannya. Aku tertawa melihatnya. Benar rupanya, kau tak bisa berdansa.”
Aku mendengus malu. Yang kurasakan selanjutnya adalah birahi yang memuncak.




















