Malam semakin larut, kamipun sudah kelelahan dan akhirnya malam itu ditutup dengan mencari tempat tidur masing-masing. Kalaupun tidak bertemu, kami tetap berkominikasi lewat telepon. Bokeb Dua hari dari kejadian itu, Evi masih terlihat marah padaku. Setelah keringat kami mengering, Evi pun menggandeng tanganku menuju Kamar mandi. Sampai pada hari yang dinanti-nanti,sekali lagi Tia mendominasi ku. aku hanya mengikuti setiap gerakan Evi tanpa perlawanan dan tanpa balasan. Sebelum berenang Tia membisikkan niatnya untuk mandi bersama “Tia bawa aroma terapi, enak deh. Sifat manja Evi yang selalu menatap aku tanpa berkedip yang membuatku akhirnya sedikit melupakan Tia. Tanpa bermaksud untuk membuatnya kaget, aku langsung duduk di samping Evi.




















