Sengaja kombinasi semua rasa, dari rasa takut, geli, nikmat, bangga dan entah rasa apalagi aku tak mampu melukiskannya, berbaur membentuk halusinasi tak terkira, yang mungkin bakal aku kenang sampai aku binasa kelak. Bokep STW Aku tercekat, begitu menyadari dan tahu benda yang terpampang di hadapanku. Reflek, Mbak Sekar mencoba menutupi mulutku dengan telapak tangannya, begitu melihat gejala aku nyaris terpingkal karena kegelian. Theng.. Dan begitu menyadari situasinya seperti yang kupaparkan, serta merta kemarahannya meledak. “Dolan wae, ayo gek ndang cepet adus, terus melu Simbah” begitu nampak olehnya batang hidungku. Di sini, kembali, kesabaran dan nyali ku pertaruhkan. Segera saja aku menyiram tubuhku dengan air, begitu aku berada di kamar mandi. Akhirnya, dengan putus asa, aku terpaksa membawa ‘si otong’ yang basah kuyup tapi tetap tegak




















