Aku menjerit-jerit memohon supaya mereka berhenti, tapi sia-sia. Bokep indo “Masuk aja kali, Stel, Lil.” Ajaknya cuek. “Siapa berani, ha?” tantang Stella bercanda juga. Stella nampak amat menikm-atinya, dan cowok-cowok yang mengerumuninya pun demikian. Berbeda denganku yang menjerit ketakutan, Stella malah kelihatan keenakan dipeluk-peluki dari berbagai arah oleh cowok-cowok yang mulai kegirangan itu.“Jangan!” teriakku saat Rio mencium pipi, dan mulai merambah bibirku. Stella diam aja. Tak lama, aku dan Stella sudah berada di antara mereka, bercanda dan ngobrol-ngobrol. “Masuk aja kali, Stel, Lil.” Ajaknya cuek. “Ssshh… terusss… yaaa, akh! “Eh, Stel. Itu karena aku amat selektif memilih pacar… enggak mau salah pilih kayak yang terakhir kali.Di sekolah aku punya teman akrab namanya Stella.




















