Kami, saya, isteri dan anakku tak pernah menganggap dia sebagai pembantu. Bokep China Isteriku sdh berangkat, anakku semata wayg sdh berangkat sekolah. Kami berpagutan lagi. Untuk memenuhi rasa penasaranku, tanganku yg sedang membelai rambut Lilis ‘mampir’ sebentar ke punggungnya. terima kasih….”katanya sambil menciumi wajahku. Rasanya ada yg aneh pada Lilis. Ketika terdengar suara guyuran air di kamar mandi belakang, jg masih biasa, Lilis selesai bersih-bersih rumah lalu mandi. Ditatapnya mataku sejenak, lalu pandangan beralih ke tubuhku bagian bawah dan kemudian menatapku lagi. “Maafkan saya Kang …” katanya di sela-sela isakan tangisnya. Wajah dgn mata terpejam dan kepala sedikit mendongak adalah pemandangan paling eksotis.










