Mbak Nida kelihatannya menurut dan memasukkan tangannya ke dalam celana Mas Arif, tetapi baru sebentar sudah ditariknya kembali, tampaknya Mbak Nida menolak.“Yaaa….. Film Porno “Mas…….saya ingin bicara se-bentar” kataku mulai membuka percakapan.Mas Arifpun menoleh dan menghentikan pekerjaannya. “Oh, baiklah” kata Mbak Nida sambil bermaksud mengambil bungkusan di tanganku itu. Dengan cemas aku menantikan reaksinya.Menit demi menit berlalu hingga sudah 15 menit kulihat Mbak Nida masih tetap menonton. Apalagi aku punya kenalan yang bekerja di perusahaan, namanya Toni.Siang ini aku menjumpai Toni di kantornya,
“Hai Bud, apa kabar ?” tanya Toni sambil menjabat tanganku. Kepalaku kini dihadapkan pada dua buah pepaya montok nan segar yang ber-senggayut dan tergoyang-goyang akibat gerakan kami berdua.




















