Kakak Tiriku Bergumam, “ibu Tirimu Benar-benar Jalang!”

Ramah juga tidak mau kerja ini tapi orang tua Ramah sendiri menghancurkan masa depan Ramah. Bokeb Ramah menjawab ia, tapi dia udah mau pulang bang, abang datang ya ? Sesampainya dalam café penulis menanyakan “Ramah minum apa ? Di suatu malam yang sangat dingin, hujan grimis mengguyur tubuh penulis yang saat itu melintas di ruas Jalan Marelan tiba-tiba tidak di sengaja terlihat seorang gadis yang menggunakan gaun tembus pandang. Roni tidak menghentikan jemarinya di bahuku, tangannya mulai menjulur ke pinggangku meletakkan tangannya di atas pahaku yang di balut dengan celana renangku yang basah kuyup. Kuangkat poselku kulihat nomornya sepertinya tidak aku kenal. ” Jawab Ramah “bang kalau masih ada kerjaan yang lebih hina dari sini akan kukerjakan walaupun itu pahit.

Kakak Tiriku Bergumam, “ibu Tirimu Benar-benar Jalang!”

Related videos