“Ah.. Bokep Family Memang kami sengaja tidak mau telanjang bulat karena kondisi yang tidak memungkinkan. “Kapan kita bisa melakukan lagi Pak” kata Santi mengharap ketika kami keluar ruangan meeting itu. Biar ada yang nemenin” katanya sambil tersenyum manis. Kasihan juga Pak Arief, pikirku geli.Malah aku yang dapat menikmati enaknya dioral oleh istrinya yang cantik jelita itu. “Biasa aja kok Pak.. Kuciumi leher Santi yang jenjang itu, dan kusibakkan cup BHnya kebawah sehingga buah dadanya mencuat keluar. Santi aku suruh turun terlebih dahulu, baru aku menyusul beberapa menit kemudian. Robert.. Pak Robert.. Janji ya” Santi tampak gembira mendengarnya. Tak lama aku dan Jason pun pulang. Lebih baik Pak Arief saja yang pergi, pikirku. Tanpa basa-basi lagi, aku cium bibirnya yang indah itu.




















