“Jhony, salahkah dugaanku?”
“Hmm.., ya, benar Mbak,” jawabku mengaku, jujur. Bokep Montok Jhony!”Ia menjadi liar. Sekarang, kecup, jilat, dan hisap sepuas-puasmu. Ada kelembutan yang memancar dari bola matanya yang menatap sendu. Akibat kecupanku, Mbak Lia menurunkan paha kanan dari paha kirinya.Dan tak sengaja, kembali mataku terpesona melihat bagian dalam kanannya. Aroma yang sedikit seperti daun pandan tetapi mampu membius saraf-saraf di rongga kepala.“Suka Jhony?”
“Hmm.. Hmm..!”
“Sekarang masuk ke dalam!” ulangnya sambil menunjuk kolong mejanya.Aku merangkak ke kolong mejanya. Rongga dadaku mulai terasa sesak. Menarik nafas berulang kali. Tiba-tiba saja Mbak Tia merapatkan kedua pahanya sambil menarik rambutku.“Nanti ada yang melihat bayangan kita dari balik kaca.




















