Aku lihat kopor kecilnya yang masih rapi, nampak hanya beberapa helai gaun yang berada di atas ranjang. Dalam hatiku, wah betapa bahagianya aku jika orang tersebut adalah Douna yang menghubungi aku siang tadi.Disaat aku membayangkan sosok di depan mataku, tiba-tiba wanita itu berdiri dan menghampiri tempat dudukku. Sex Bokep iya Mbak..” kataku gugup.“Hayo mikir siapa, lagi mikirin Dista ya?” tanyanya menggodaku. Ketika aku melewati tubuh Douna, mataku yang nakal sedikit mencuri pandang di belahan dada Douna yang terkesan menyembul keluar karena terhimpit ketatnya handuk yang menutupi tubuhnya. Ternyata Douna sudah melepas jeans yang aku pakai sebelumnya, sehingga sekarang aku hanya menganakan celana dalam saja.




















