Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Bokep HD Dia menjual, bukan mengemis. Aku serius soal ini. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang. Pikiranku mendadak kacau. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. Jika hujan, tidak ada yang lebih indah selain melihat orang-orang berpayung, melompati genangan air hingga terciprat dan sesekali mengenai pakaian mereka, lalu tiba-tiba ada suara tawa di bawah payung-payung itu. Oleh karenanya, aku betah berdiri berlama-lama di sini.




















