Pikirannya kacau, campur aduk antara ingin menolak dan minta ditiduri oleh Safiq. Safiq yang mengerti apa keinginan sang bunda, segera menurunkan ciumannya. Bokep Live Sudah jelas itu anak siapa, tapi sepertinya mas Iqbal tidak curiga.Malah laki-laki itu kelihatan sangat senang dan gembira, sama sekali tidak curiga saat Anis kelepasan ngomong, ”Selamat, Fiq, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah,” Anis merapikan bajunya kembali.“M-maaf, Mi.” lirih Safiq dengan muka menunduk, sadar kalau sudah melakukan kesalahan besar. Dan terus makin ke atas hingga menemukan CD yang membungkus pantat bulatnya.Anis sedikit terhentak saat Safiq memegang dan menarik turun kain mungil itu. Penis bocah itu yang masih menancap di lorong vaginanya, masih terasa berkedut-kedut, menguras segala isinya.




















