Hanya bisa tertawa, kami berdua tertawa sejadi-jadinya melihat perbuatan kami tadi. Sejenak kupikir untuk melepaskan penisku dari dalam vagina Nadia. Bokep Rusia Setengah jam sudah dan kopi di cangkirku hampir habis,“Gue ke kantor dulu, pulangnya mungkin agak kemaleman” ujar Nadia sambil mengenakan sepatu di ruang tengah.Kata-katanya tidak dapat ku hiraukan, seakan terbawa dalam lamunan banyak hal yang menghantui pikiranku, suara pintu depan kemudian menyadarkanku bahwa wanita yang menyapaku tadi adalah istriku. Saat semua bagian sudah mulai terbenam, kulihat Nadia meneteskan air mata. Entar masuk angin loh” suara Nadia terdengar di pagi hari saat ku coba untuk mengumpulkan nyawa,“Nggak apa-apa,…….kalo gue tidur ama lo, entar kesannya gimana gitu” kataku sambil mengusap mata“Gue buatin kopi mau nggak?” tanya Nadia“Nggak, nggak usah gue bisa buat sendiri kok” jawabku“Udah,




















