Dia tidak tahu akan menjawab apa. Vidio Sex Eki semakin perhatian padaku dan anak dalam kandunganku. Jarang aku orgasme secepat itu. Kalau pas di rumah, setiap malam kami bertempur habis-habisan. Kami berpelukan dengan mesra di tengah ranjang.“Biasa aja, Bu.”“Kamu gak kelelahan atau ngantuk di sekolah?”“Iya, Bu, sedikit. Takutnya kalau ada angin besar dan lampu mati. Eki tahu maksudku. Tampak nafasnya mulai agak teratur. Geli juga lihat wajah Eki saat itu. Anak-anak juga tidak ada yang di rumah. Aku menerima teleponnya sambil berbaring dan membiarkan kontol Eki tetap berada di dalam tempikku.“Hei… Sorii ganggu, udah bobok belum?” tanyanya.“Gak papa, Mas, kangen. Sini Ibu peluk.”Eki mendekat dan kami berpelukan sambil berdiri. Agak malas juga aku ganti daster, dan juga ada si Eki, gak enak kalau dia nanti




















