Mata Dickhead menatap nanar ke dua bukit montok yang terayun-ayun kesana kemari karena mengikuti goyangan pinggul pemiliknya. Tangan kirinya memegang sebuah ember kosong sementara tangan kanannya mengusap kepalanya yang botak. Bokep Live Penetrasi maju dan mundur yang dilakukan Vincent dengan cepat membuat Lara merem melek dan sesekali menjilati bibirnya dengan ujung lidahnya.Keterbatasan tempat yang hanya mengandalkan balok salib besar itu membuat keduanya tak leluasa melakukan permainan panas itu. Dasar pelacur murahan!!” Terdengar teriakan membahana dari arah depannya.Lara mendongakkan sedikit kepalanya untuk mencari tahu pemilik suara tersebut. Tanpa banyak basa-basi lagi, Dickhead kembali beraksi dengan tangan, mulut dan lidahnya di tubuh telanjang Lara yang kini kembali merasakan kenikmatan yang tadi sempat tertunda sejenak. Maaf Bos Vincent.. Nasibmu sepenuhnya berada di tanganku sekarang!!










