Sesaat aku tersentak kaget, tak menygka kalo Lidya akan seberani itu. Namun tetap saja aku tak merasakan sesuatu.Dan tiba-tiba saja Lidya mencium bibirku. Link Bokep Sedangkan aku tetap diam, tak memberikan reaksi apa-apa. Memang tingkahku tak ubahnya seorang anak balita.Tangisanku baru berhenti setelah Bapak berjanji akan membelikanku motor. Bahkan aku sampai tertawa sendiri. Bahkan kepalaku terasa pening dan berdenyut menatap badan yg polos dan indah itu. “Iya.”
“Memangnya ada apa?” tanyaku lagi. Apalagi oleh sesuatu yg aku sukai. Lidya hanya diam saja. “Cium dan peluk aku..”, bisik Lidya.Aku berusaha untuk menuruti semua keinginannya. Namun tak terlihat ada seorangpun tamu di rumah ini kecuali aku sendiri.




















