Bodohnya keluar. Waktu itu yang menerima cewek (wah suaranya oke punya!), tapi waktu itu aku tidak peduli mau cewek, mau cowok pokoknya yang ada dalam pikiranku barang itu harus ada secepatnya. Bokeb Dua-duanya Chinese. Akhirnya aku jadi sering jalan dengan Vera. Aku akhirnya bisa main dengan si Vera yang cantik. Daripada ngobrol ngalor ngidul tidak karuan. Dan sudah bisa kuduga sebelumnya, aku tidak diperkenankan berhubungan dengan dia lagi. Habis itu bibir bagian bawahnya kukulum habis-habisan dan di saat yang bersamaan Vera juga mulai mengulum bibirku di bagian atas. Tapi kan dulu, aku tidak tahu. Sebagai level manager, aku bersyukur aku diberi fasilitas yang kupikir lebih dari cukup (soalnya dari dulu aku biasa diajarkan hidup sederhana, walaupun bapakku tidak begitu miskin). Biasa, namanya juga laki-laki.




















