Dia terpelanting. Dia terpelanting. Bokep Tante Siapalah aku, aku hanyalah tiang listrik yang mengadu nasib di jalan raya.,,,,,,,,,, Dia menjajakan kantong-kantong plastik hitam itu ke setiap pengendara yang singgah karena lampu merah. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Aku mematung di tempatku berdiri. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Tidak tampak rasa takut dalam dirinya. Aku tidak mempermasalahkan orang-orang yang sering berjalan dengan lagak, atau orang yang kadang singgah mengencingiku, atau ketika aku jadi bahan lelucon karena sebuah mobil milik pejabat menabrakku. Dia punya usaha untuk hidup. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. “Terima kasih banyak, Pak. Akibatnya sebuah mobil berwarna putih yang hilang kendali menabrak anak laki-laki




















