Dengan tertawa aku berkata bahwa aku tidak marah, karena tidak ada alasan untuk itu.Tetapi aku tidak memberikan langsung nomor teleponku, aku hanya memberitahu bahwa aku bekerja di salah satu stand di salah satu hall. Tapi aku takut untuk jatuh cinta lagi.Hampir pukul satu malam, Bagas mengajak untuk pulang. Bokep Jilbab/Hijab Bagas mengantarku ke kamarku, di depan pintu dia hanya menatapku tanpa bicara apa pun. Aku tidak percaya bahwa ternyata aku masih bisa untuk jatuh cinta, ya aku jatuh cinta kepada Bagas. Bagas duduk di sofa sambil melihatku berpakaian dan berkata, “Jesika kamu cantik sekali kalau memakai baju itu”.Padahal saat itu aku belum mengenakan apa-apa, hanya pakaian dalam saja.




















