“Oom.. Bokep Jilbab/Hijab Om sendiri apa kabar..?” “Om baik-baik aja. Bagai terkena badai, tubuhku mengejang kuat dan lututku lemas sekali. Ketika memasuki ruang tamu, si pembantu berkata, “Tuan sedang berenang, Non. Kebetulan rumahnya memang melewati rumah kami karena letaknya di kompleks yang sama di perumahan elit selatan Jakarta.Om Robert ini walau usianya sudah di akhir kepala 4, namun wajah dan gayanya masih seperti anak muda. “Eeeh..! “Om.. Karena ayah ada rapat yang tidak dapat ditunda, maka suratnya tidak dapat dia berikan sendiri.Seorang pembantu wanita yang sudah lumayan tua keluar dari dalam dan membukakan pintu untukku. Ditahan dulu yah Non..?” Sambil menahan tawa aku pun berkata, “Iya Pak, dikasih ‘wejangan’ pula..” Supirku hanya dapat memandangku dari kaca spion dengan pandangan tidak mengerti dan aku hanya membalasnya




















