Kamirapikan lagi baju kami berdua. Bokep Mama Kudorong tubuhnya ke arah tembok agar tak terlalu berat menyangga beban berat tubuhnya yang disesaki berahi itu. Kumasukkan jari tengahku ke arah lubangvaginanya, kumasukkan dengan ganas, kuputar-putar jari tengahku di dalamvaginanya yang sedamg ranum-ranumnya. Mata kami hanya saling beradu, cukup lama… Kami tidaktahu mau berkata apa, tetapi kami juga tidak merasa menunggu apa-apa. Teman-teman, sebenarnya akutak tahu kenapa kita ke tempat itu, (bukannya ke hotel misalnya..) nalurimembawa tanganku untuk menuju ka sana.Sementara hujan akan segera mengucur…
Sampai di Kedung Kayang suasana sangatlah sepi. Aku bersyukur,mereka tidak datang sejak tadi mengingat tempat kami berkarya tadi relatifsangat terbuka.




















