Salahkah aku? Semuanya sudah terpenuhi, Ma.” katanya sembari terus memompa tubuhku.“Tidak, Dodi… aku mamamu, sayang…” kataku terbata-bata dan tanpa sadar aku sudah memeluknya juga.“Aku tak mau menikah lagi, Ma. Bokep Rusia Kebetulan sekali putri tunggalnya itu begitu dekat denganku. Dodi membopongku ke kamar mandi dan menceboki vaginaku, lalu dia mencuci penisnya. Kita harus merelakannya untuk dibuang,” kataku.Aku ingat seorang teman lima tahun lalu menggugurkan kandunganya dengan ramuan tradisional. Mama segalanya bagiku,” katanya pula.“Jangan, Dodi… nanti ketahuan.” kataku.“Kita harus pandai merahasiakannya, Ma.” jawab Dodi, sembari terus menggenjotku dari atas.“Tapi…”“Ya, kita harus pandai menjaga rahasia ini, Ma,” jawabnya. Nanti rasanya akan nikmat,” katanya.Aku membiarkannya. Kini usiaku sudah 49 tahun. Saat aku menyiapkan masakan untuk makan siang, justru aku gelisah. Dodi menekan kuat penisnya ke dalam lubangku sembari




















