Aku menahan diri untuk tidak melihat ke arah rambut-rambut di dadanya.“Mur, kamu nggak panas pakai blazer di ruang kaya gini?” Tanyanya dengan nada yang terkesan wajar, meski mungkin saja tujuannya nakal.“Well, sebenarnya iya sih…, boleh nggak aku copot blazernya?”“Hahaha, kok pakai minta izin segala sih? Nah, aku lega bahwa ternyata dispenser itu bekerja. Bokep Asia Mungkin sikap ini juga yang membuatku belum mendapatkan pasangan ‘resmi’ hingga sekarang, tapi…, peduli amat? Di lift, sebenarnya ingin juga sekedar berpelukan atau berciuman, tapi sayang sekali satpam gedung ikut berada di lift, senyam senyum memandangi wajah-wajah kami yang kusut meski berseri-seri.Semenjak itu, aku masih beberapa kali lagi melakukannya dengan Albert, sampai ia dipindah tugaskan menjadi kepala pemaMuran di daerah lain.




















