Au tersenyum. Bokep Family Aku juga diam.Aku membuang jaring ke laut dan ibu ikut membantunya melepas jaring-jaring itu. Kami hanya dua jam di rumah sakity. Ibu pun dengan kasar membentak ayah setelah bu Ningsih pergi. AKu tahu, dia akan menaiki perahu di sana, karena aliran sungai kecil, masih dangkal. Dia melakukannya, tapi mengataan tetap sakit. Akhirnya, kontolku lepas dari lubang memek ibu. AKu takmampu menjawab pertanyaannya. Kukeluarkan kontolku, lalu kusodorkan ke mulut ibu. Aku mengangguk. Ada dua pacing yang bergoyang-goyang. Ibu terus mendesak agar aku memberikan jawaban. Aku memeluk tubuh ibu dan mengocok kontolku dalam memeknya. “Ya.. Aku memberikan sebuah tablet obat flu, agar Sutio tidak sakit dan aku jugam enelan sebutir obat itu. Gila pikirku. Begitu nasi masak.




















